Google

Wednesday, January 2, 2008

Merry X-mas and Happily ever after New year 2008
desember selalu bawa sensansi yang aneh dalam diri gw, bulan desembera artinya menyenangkan karna Santa clauss is coming to Town..gathering again with orang2 yang udah lama aku ignore, temen2 gereja,temen2 remaja,semau situasi dan tempat yang pernah aku tinggalkan..ada disana kembali bikin aliran darahku semakin deras, adrenalin kebahagian dan Joy dalam hatiku membuncah..I miss those old time..when I was 18 or 19,bulan desember: panitia natal, latihan koor, pulang malam, lupa hari dan tanggal, lupa bagaimana situasi bandung dikala siang, ngobrol sambil makan nasi goreng pak kumis, dianterin ama 3 musketeer, dan feel the loved..malam GR yang selalu menyenangkan(as in memory)..semuanya udah lewat..masa2 itu udah jauh dibelakang, yang ada hanya kenangan..manis dan pahitnya ada disana tetap membuatky kerindukan mereka semua dan segala sesuatu yang ada disana.

hampir 4 tahun aku tidak kembali kesana, keluar untuk suatu rahasia, cintaku membawaku pergi..walo aku bertemu dengannya disana tapi aku tidak bisa untuk tetap disana jika ingin bersamanya..
aku pergi untuk cinta, menjadi orang lain..kenapa aku pergi???
karena cintaku terlarang,cintaku tidak mendapat restu dari dunia..aku harus merahasiakan cintaku karena jika tidak, mereka akan mengambilku darinya dan semua pihak akan tersakiti..
bertahun2 aku percaya akan miracle..cinta adalah anugerah dari Tuhan, maka Ia jugalah yang akan membuka jalan demi cinta itu.

Iman itu masih ada hanya _aku takutnya_ tidak sama % dengan dulu, cinta dapat menunggu tapi usia tidak, aku wanita yang _seperti dunia bilang_ ada expired time, sampai kapan aku akan bertahan dengan cinta ini, walo sebenarnya aku tidak ingin meninggalkannya dan menyakitinya.
semua berawal saat, aku membaca berita pernikahan my ex BF, sepertinya limit itu mulai tergaris, fakta bahwa dia yang nikah pertama bikin aku kesal,sekaligus tersadar, aku juga ingin punya kehidupan NORMAL.have my own family, my own home,my own kids,my own life, my own HAPPINESS.

saat ada ditengah2 keluargaku dengan senyum ceria dan kebawelan aldi dan dede, aku terbayang dengan dia"mungkin ga dia akan bisa masuk kedalam keluarga ini?"
karena aku ingin membagi kebahagiaanku dengan mereka.

jika tidak, "bagaimana aku bisa meninggalkan mereka demi dia, bagaimana aku bisa menyakiti mereka, dan bagaimana aku bisa meninggalkan wajah2 polos ini, aldi dan dede akan tumbuh tanpa diriku, hanya kenangan akan seorang tante dimasa kecil mereka" tidak. aku tidak mau seperti itu.

melihat My Ex having a good lives with his wife and baby, bikin aku tambah miris lagi,ngelihat oranglain bisa bawa pasangannya ke acara natal bikin aku lebih sedih lagi. setiap ada yang nanya"sama siapa sekarang"
aku selalu harus menjawab"ga ada, jomblo"
oh..aku punya cow yang baik dan setia dan cakep tapi aku ga bisa ngasih tahu dunia kalo aku punya dia.it's killing me!!!

apa yang harus aku lakuin..ditengah2 tingkat kebingunganku, terpikir untuk mencari seorang lain dengan tujuan:pembuktian "bisa ga gw sayang ma orang lain?""beneran ga yang gw rasain dengan dia itu adalah true love atau hanya sebuah pola yang sudah terbiasa selama bertahun2??"

GW MULAI tebar pesona...tapi setelahnya gw bingung sendiri dengan apa yang sedang gw lakuin?????

kemana pun ini mengalir..I wish it will the best for me and him..






Full Story...

0 comments

Friday, November 2, 2007

Hello November

It's November,rigth???
my birth month. sebenarnya setiap datang bulan ini artinya umur gw semakin tua,hiks3
tapi tak apa2..emang udah seharusnya seperti itu.
bagaimanapun juga aku selalu menyukai NoVemBer..

Hujannya(pernah ada tuh lagu November Rain)..menjelang akhir tahun.
biasanya juga-tahun2 yang sudah lama berlalu- bulan2 ini selalu dihiasi oleh kesibukan persiapan Natal..oh, I'm really miss that moment!
ulangtahun!!!
dari kecil memang tidak pernah spesial sih..paling yang gw ingat, diultah gw yang ke 18, gw ngerayain bareng ma Utet, ngundang temen2 remaja makan2 dirumah gw.
berikutnya 19(2002), bokap ampe rela susah2 bikinin kotak buat tempat taart yang mau gw bawa kegereja karena yang bikin kuenya ga ngasih kotaknya,maklum yang bikin tetangga bukan tukang kue beneran and sebenarnya ditaun itu gw punya cowok tapi dibulan oktobernya kita putus, so gw sedang patah hati karena ga jadi ngerasain dapat kado dari pacar,hehe, selanjutnya:
20(2003):ditaun ini gw sedang menjabat ketua natal remaja- pengalaman yang masih belum bisa gw kenang dengan senyum- demi adik2 ku tercinta-aku hanya bisa membawakan mereka dunkin donuts saat latihan.oh ia, gw dapet coklat silverqueen dari seseorang.
21(2004):gw semester berapa ya?? ini pertama kalinya gw dapet hadiah ultah dari cowok, tas laken merah,masih ada sampai sekarang,tapi sudah tidak layak pakai.
22(2005):i hate this birthday,karena: my friends give me red gift, jacket,aku ga karena kesannya cari aman aja.
23(2006): aku dapet broncok, anjing coklat nan besar..
24(2007):.................................................(still waiting..);"
hope somenthing spesial and good will present.

Full Story...

0 comments

Wednesday, October 31, 2007

something inside here!

punya pacar yang baik, setia dan wah lah memang enak. aku bersyukur memilikinya.
pepatah lama bilang " temen ya temen, bisnis ya bisnis"
ternyata itu berlaku juga buat hubungan hati ke hati, alias pacaran.
pacar yang baik belum tentu jadi rekan kerja yang baik.
take and give yang semula berjalan dengan lancar makin hari makin rusak
satu pihak merasa telah memberi banyak dan yang lain dirasa kurang, begitu sebaliknya.
pertengkaran jadi pelampiasan,tapi berhubung dia adalah pacar tersayang, perasaan mengambil alih.

senyum dan maaf diucapkan, tapi apa benar dari hati??kekesalan yang tak terselesaikan akan tetap disana, menunggu -tanpa sadar- untuk keluar lagi.
pacar tersayang pun sering menjadi lawan.

aku menyesalkan pertengkaran yang terjadi dan ucapan yang telah keluar dari mulutku yang menyakitimu.
entah semua ini perasaannku saja,karena aku yang belum pernah menjadi karyawan pun tiba2 harus mengelola suatu usaha. aku ingin berbagi, aku ingin berdua menjalankannya.
tapi sepertinya aku dikuasai keinginan untuk menerima.
seperti apapun solusinya, sepertinya bisnis memang tidak bisa dijalankan dalam hubungan kekeluargaan, hati ke hati.
akan banyak ukuran yang tidak jelas. akan banyak priviledge yang terbolehkan.
terlebih, hubungan cinta dan bisnis menjadi sulit untuk dibedakan.
saat kapan dia menjadi pacar dan saat kapan dia adalah rekan kerja? bedanya sangat samar.

bisnis yang dilandasi hubungan kekeluargan, pondasinya sangat lemah.

saat bisnis ini dimulai, aku bilang" aku lebih baik tidak ada bisnis ini daripada tidak ada dia"
sekarang jika aku ingin keluar dari bisnis ini maka itu sama artinya dengan aku pun kehilangan dia.

maafkan aku yang tidak mengerti akan dirimu. maafkan aku yang tidak bisa profesional.
seperti apa yang sudah aku bilang, aku lbh baik kehilangan bisnis ini daripada dirimu, tapi jika itu artinya juga kehilangan dirimu, apa boleh buat?! aku hanya tidak ingin aku semakin menyakiti kamu.

Full Story...

0 comments

Untuk: Adit

Dret….dret…..dret…
Getaran ponsel yang diikuti dengan alunan lagu Eternal Flame milik The Bangles mengagetkan Tamara, buru-buru dikeluarkannya dari saku celana jeans, Motorola mungil berwarna hitam yang dibelinya sendiri dari hasil memberikan les privat semasa kuliah dulu.
1 message received
Tertulis dilayar ponselnya. Tamara segera membukanya, ternyata dari Dila teman semasa SMA dulu, walau berlainan sekolah, mereka berteman cukup dekat karena sama-sama anggota paduan suara di gereja.
Dil, dah bc brt klrga mgg kmrn? Adit mo married loh…
Kening Tamara berkerut membaca isi sms tersebut.
“ Mi punya berita keluarga yang minggu kemarin,?” Tanya Tamara pada Mami yang sedang duduk menonton teve sambil menikmati teh hangat. Mami menunjuk tas hitam diatas rak pada lemari tivi, Tamara merogoh tas Mami dan menemukan apa yang dicarinya.
Akan menikah
Raditya Wiguna putra dari Bp.Surya Wiguna dan Ibu. Dewi Wiguna
Dengan Riska Saputra putri dari Bp. Alex Saputra dan Ibu Melly Saputra
“ ada apa memangnya, Tam?”
Tanya Mami kemudian karena melihat Tamara yang sesaat terdiam.
“ ga, Adit mau nikah Mi”
Jawab Tamara seraya menyodorkan kertas Berita Keluarga kepada Mami dan kemudian ikut duduk disofa diseberang Mami.
“ oh..ini adit mantan pacar kamu dulu…kirain bukan… wah..cepet juga ya…”
Komentar Mami.
“ iya..ya mi, padahal masih ada 3 orang lagi loh diatas adit yang belum nikah ada apa ya?”.
“ hus.. ga boleh gitu…. Kamu cemburu ya…”
selidik Mami kemudian, membuat Tamara sebal sekaligus malu dengan ucapannya tadi.
**************


“ Tam…nomor telpon kamu berapa?”
Adit memecah kesunyian yang menemani perjalanan mereka sejak turun dari kendaraan umum tadi. Seperti sabtu malam yang lalu-lalu, Tamara selalu menghabiskan malam panjangnya di Gereja untuk latihan paduan suara remaja dan kali ini Adit yang mengantarkannya pulang, kebetulan rumah mereka sejalan.
“ 478234”
Jawab Tamara cepat tanpa bertanya untuk apa. Baginya wajar jika seorang teman menanyakan nomor telpon, apalagi teman baru, agar mudah jika ada sesuatu yang perlu, hanya saja yang tak wajar adalah sikap diam Adit. Tamara merasa dirinya berjalan sendiri ditambah lagi malam sudah cukup larut, hampir jam 10 lebih. Adit mengangguk-angguk sambil merekam deretan angka yang barusan disebutkan oleh Tamara.
“ thanks ya, dit”
Ucap Tamara saat mereka sampai didepan rumahnya. Adit mengangguk dan menunggu sampai Tamara masuk kedalam rumah baru Ia berbalik, pulang kerumahnya.
Sejak malam itu Adit mulai sering menelpon Tamara, dengan polos Tamara menanggapinya biasa, lagipula sebelum bergabung dengan paduan suara, Adit sempat berpacaran dengan Michelle, yang tentunya masih teman Tamara, so obrolan pun tak jauh dari persoalan Adit dan Michelle dulu.
“ Tamara, menurut kamu, gimana kalo ada ya orang pacaran tapi cowoknya lebih muda..”
Tanya Adit suatu kali diluar masalahnya dengan Michelle.
“ ya ga pa-pa, cinta kan buta!”
Jawab Tamara cepat dan seadanya.
“ jadi ga papa?!”
Tanya Adit ingin menegaskan.
“ iya”
“ jadi kalo aku suka kamu ga papa dong ya”
Dueng!! Ups.. iya ya gue lebih tua dari adit 1 tahun….
batin Tamara
“ ha…maksud kamu?”
“ ya…aku suka kamu, kamu mau ga jadi pacar aku?”
Adit nembak Gue.
Hening.
“ kamu serius, Dit?”
“ iya aku serius… aku suka ma kamu”
“ sejak kapan…”
“ sejak konser natal....”
ya.. Tuhan..itukan udah hampir 5 bulan yang lalu…ko gue bisa ga ngeh ya?
“ tapi kenapa aku ? kamu kan baru putus ma Michelle?”
“ ya.. aku juga nggak ngerti, ya tiba- tiba aja aku jadi suka ma kamu..ga boleh ya?”
“ bukan gitu..tapi…ya sudahlah..trus mau kamu apa?”
“ya aku mau jawaban dari kamu, iya atau ngga”
“kasih aku waktu deh..seminggu ya”
Jawab Tamara akhirnya, menyesal dengan pendapatnya tadi. Jika untuk kasus orang lain, Tamara setuju umur bukanlah masalah, tapi untuk dirinya sendiri, Ia belum pernah memikirkannya, dan sekarang Ia terjebak dengan ucapannya sendiri
“ ehm…besok ajalah…pas Persekutuan doa.”
Ugh.. udah minta maksa lagi.
“ ya udah, besok malam,ya!”
Tamara menyerah, malas berargumentasi lagi. Telpon pun Ditutup.
Besok gimana besok aja! Pikir Tamara.
**************
Malam yang dinanti Adit tiba, usai Persekutuan doa, dengan perasaan senang sekaligus hati yang berdebar menanti vonis Tamara terhadap dirinya, Adit mengantarkan Tamara pulang.
“ Dit, sori aku belum mau punya komitmen ma siapa- siapa?”
Ucap Tamara begitu mereka berpisah jalan dengan beberapa teman lain yang searah rumah dengan Tamara. Adit hanya diam, dan mengangguk dengan berat hati menerima penolakan Tamara.
“ sorry ya”
Ucap Tamara sekali lagi sesaat sebelum Ia masuk kedalam rumah. Satu beban lepas namun digantikan dengan beban yang lain, perasaan bersalah membuat seseorang tersakiti walau tak ada yang bisa dipersalahkan, tidak Adit dengan perasaannya tidak juga Tamara dengan penolakannya.
Selayaknya gadis remaja yang sedang tumbuh, Tamara pun banyak menerima perhatian dari kaum adam tapi anehnya baru kali itu Tamara dihantui perasaan bersalah yang amat sangat, dimana-mana yang dilihatnya hanya wajah Adit dengan sikap diamnya.
Kenapa sih gw..ko kepikiran dia terus…..telpon aja gitu…buat apa??!
Gw suka ya ma dia…ehg..ga.. ga banget….udah ah…gw kan dah nolak dia kemaren….aagh…Nel sih.. kenapa dia ga pernah nembak gw..jadi kan gue ga usah pusing – pusing gini…nel…nyebelin..Adit?
“ haloo Dit, aku mo ketemu dong, ama kamu!”
Tamara menyerah dengan pergumulan batinnya, menyerah dari pertahanannya untuk mengabaikan seorang Adit.
“ ya udah…di taman komplek ya…”
“ ok.”
Oh..my God… apa yang gue lakuin?!
Kepalang basah Tamara memenuhi janjinya, Adit telah menunggunya di bangku taman saat Tamara datang.
“Ada apa Tam…?”
Tanya Adit kemudian.
Gue mesti ngomong apaan…damn
“ Tam…” panggil Adit lagi.
Tamara masih tetap binggung.
“ ya udah…karena gua cowok..gua yang mulai lagi…kamu mau jadi cewek aku..”
ucap Adit akhirnya, rupanya Adit bisa menebak pikiran Tamara.
Tamara mengangguk, dan sejak saat itu resmilah mereka menjadi sepasang kekasih.
**************
Tamara duduk dengan gelisah di bangku kantin gereja berdua dengan Samantha salah satu teman dekatnya yang lain setelah Dila, berhubung anak – anak punya kebiasan ngaret yang luarbiasa, bayangin sampai jarum pendek jam udah di angka 5, latihan belum juga mulai padahal jadwal resminya jam 4 teng. Tamara bingung bagaimana cara memberitahu Samantha tentang Adit.
Pasti sam marah deh… gara-gara ga diceritain dari kemaren-kemaren batin Tamara.
“ Sam…gue…gue..jadian ma Adit…”
ujar Tamara cepat dengan sekali hembusan napasnya. Samantha menghentikan kegiatannya ber-sms ria dan menatap Tamara dengan penuh selidik. Tamara coba menebar senyumnya yang paling manis tapi hasilnya adalah senyum yang buruk.
“ kapan?? ko ga cerita-cerita ma gue sih!!”
Serang Samantha kesal karena merasakan diabaikan sebagai teman terdekat.
“waktu jumat kemaren…sorry, gue juga ga ngerti, tiba-tiba aja Adit nembak…awalnya udah gue tolak tapi kemaren..ga tau lah..gue malah jadian ma dia..”
“ traktir gue makan! Pajak jadian tau!”
“ kok gitu sih..”
“ ya iyalah…..atau gue minta traktir ma adit aja deh…ya dit?”
Adit yang baru masuk kebingungan dengan maksud Samantha.
“ apaan?” Tanya Adit kemudian.
“ Tamara kan sekarang cewek lo…jadi lo harus traktir gue makan….”
Terang Samantha.
Ceweknya adit??…ooh Tuhan…beneran gue cewenya adit…ko bisa sih?
“ Tam, tadi berangkat jam berapa? Aku kerumah kamu tadi..”
“ eg..iya ya? Aku pikir kamu mau langsung kesini…”
“ nanti-nanti bareng ya perginya”
ehm…kalo punya pacar, harus bareng ya?
Tamara belum mengerti maksud Adit dan belum sepenuhnya menerima status barunya. Ditelinga Tamara, kata “pacar” dan “ceweknya Adit” terdengar aneh, sangat aneh, padahal sama seperti remaja-remaja lainnya, Tamara juga ingin punya pacar, tapi kenapa setelah menjadi kenyataan, hatinya menolak?
**************
Sepulang latihan didalam kamar merah mudanya, Tamara memutar akalnya untuk mengarang alasan yang pas untuk memutuskan Adit. Apa yang dirasakannya sepanjang hari ini membuat dirinya yakin untuk menyudahi hubungan yang baru berumur 2 hari dengan Adit.
Orangtua ya..orangtua gue ga setuju yeah..
“ itu alasan yang paling bagus”
pikir Tamara lalu mulai menuliskan dalam selembar kertas yang disobeknya dari lembaran buku catatan sekolahnya, untuk mengatakannya secara langsung Tamara tidak akan pernah sanggup. Surat satu-satunya cara.
Adit yang baik,
Sorry..kayaknya aku ga bisa sama kamu lagi. Kita harus putus. Maaf. Tapi aku ga bisa pacaran kalo orangtua aku ga ngebolehin, aku ga mungkin ngelawan mereka, aku kan masih dibiayain ma mereka, maaf ya. Aku ga maksud buat nyakitin kamu .thanks. Gbu.
Tamara melipat kertas yang telah berisi pesan perpisahan untuk Adit.
“Besok, selesai kebaktian aku kasiin Adit.”
Ucap Tamara pasti sambil menyelipkan surat pentingnya di dalam alkitab, supaya besok tidak ketinggalan. Hati Tamara lega, merasa telah mendapat pemecahan untuk masalah yang dihadapinya.
“Tidur ah..”
**************
“Tami, telpon dari Adit…”
Teriak Fanya , kakaknya, dari lantai bawah. Tamara sedang bersiap-siap di depan kaca, menghias diri untuk pergi ke gereja.
“ iya..”
Jawabnya malas dan bergeser meraih telpon diatas meja belajarnya yang diparalelkan dari telpon dibawah,di ruang teve.
“ da pa Dit?”
“ aku tunggu di depan komplek ya? Udah mo berangkat kan?“
“ bentar lagi, aku lagi sisiran, tungguin aja ya, ga lama ko”
“ oh.. ya udah, sampai nanti ya”
“ ya”
untuk yang terakhir kalinya, ga pa- palah.
Timbang Tamara dalam hati.
**************
usai kebaktian, biasanya ada latihan paduan suara dulu, hingga jam 1siang, tapi kali ini seperti yang telah Tamara rencanakan, Ia tidak akan ikut latihan. Tamara mendekati Adit selagi masih sedikit yang ada diruangan latihan.
Ya ampun ada Michelle gimana nih…ga papa lah..toh aku mau udahan ko ma Adit lagian kan blum ada yang tahu gue jadian ma adit kecuali Sam.
“Dit, aku deluan ya…”
Bisik Tamara begitu jaraknya hanya tinggal 5 cm lagi dari Adit, sambil memasukkan surat PHKnya kedalam saku kemeja calon mantan kekasihnya itu. Adit hanya memandang Tamara heran dan mengangguk mengiyakan ucapan Tamara tadi karena terikat janji untuk merahasiakan hubungannya dengan Tamara dari anak- anak yang lain Adit tidak bisa berbuat banyak selain beradu pandang dengan Dilla yang juga tak mengerti apa- apa. Tamara buru- buru pergi setelah berpamitan dengan anak- anak yang lain, jantungnya berdegup dengan kencang.
maafin gue, Dit!
ucap Tamara berulang kali dalam hati sepanjang perjalanannya pulang.
Sementara itu Adit tidak dapat menahan dirinya untuk tidak membuka kertas yang diberikan Tamara tadi, selepas Tamara pergi, Adit permisi ke toilet. Adit meremas surat Tamara, seluruh persendiannya melemas seolah tak mampu lagi menopang tubuhnya, Adit terduduk pelan diatas kloset duduk. Hatinya patah oleh kecewa dan marah. Adit tak kembali ke ruang latihan.
**************
Sorenya Gereja kembali ramai dengan orang-orang karena ada perayaan ulang tahun organisasi pemuda.
Tamara datang dengan Dilla.
“ Tam, kenapa tadi pulang deluan?”
“ males aja, gimana latiannya?”
“ biasa aja, kamu tadi bilang apa ke Adit, kalian janjiannya?”
Tamara heran kemudian menjawab dengan gelengan kepala.
“ Abis kamu pulang, Adit juga pergi…eh..itu Adit ma Rio…”
Dilla melambai pada Adit dan Rio yang baru datang, berbeda dengan Dilla, Tamara sedang tidak ingin bertemu dengan Adit setelah pesan singkat yang diberikannya tadi siang, saat ini Adit tentu sangat ingin membunuhnya.
“ La, aku pulang ya…daadahh”
Tamara semakin panik saat Adit berjalan kearahnya dan Dilla.
“ kamu ada apa sih ma Tamara?”
serang Dilla pada Adit, begitu Tamara pergi. Adit memberikan surat Tamara pada Dilla.
“ jadi kalian pernah jadian? Kapan? Bukannya waktu itu Tamara nolak kamu?”
Dilla memberondong Adit dengan pertanyaan-pertanyaan.
Adit pun menjelaskan semuanya. Dilla manggut-manggut.
“ kerumah gua yuk…”
ajak Dilla kemudian, selain untuk mendengarkan cerita detailnya juga untuk menghibur Adit yang baru patah hati.
**************
“ hallo, Dillanya ada?”
Tanya Tamara pada suara wanita diujung yang lain.
“ ya, Tamara..kamu dimana?”
Dilla menekan intonasinya pada kata Tamara, untuk memberitahu Adit dan Rio siapa yang menelpon. Tanpa Tamara tahu, Dilla memberikan telpon yang lain pada Adit,parallel jadi Adit bisa tahu semua pembicaraan Dilla dan Tamara.
“ Dilla, tadi Adit nanyain apa ke kamu?”
“ ga da, kenapa emangnya?”
“ ga da, masa sih? Dia ga cerita apa-apa”
Hati Tamara dipenuhi rasa penasaran akan apa yang dirasakan Adit saat ini tentang dirinya. Bencikah?
“ emang kalian ada apa sih?kamu suka ma dia?”
“ eg.. engga…”
“ trus kenapa jadian?”
“ egh..aku kasian ma?”
Tamara menyerah dan mengatakan yang sejujurnya karena sepertinya Dilla sudah tahu semuanya.
Adit bagai tertimpa 1 ton batu mendengar jawaban Tamara tadi.
Kasian, Tamara cuman kasian ma gue…
Batin Adit, diletakkannya gagang telpon kembali ketempatnya. Tak ada yang ingin didengarnya lagi.
**************
Tamara kembali kekamarnya, meninggalkan Mami sendiri di ruang teve. Ada sensasi aneh dalam hatinya.
Adit mo married
Tamara menghela napasnya, Ia yakin bukan cemburu yang memenuhi dadanya.
Sudah hampir 5 tahun sejak Ia dan dan Adit putus untuk yang ke-2 kalinya.
**************
Sebulan berjalan sejak Tamara mengakhiri hubungan yang hanya berumur 2 hari. Adit tak patah semangat, setiap hari Adit masih rajin menelpon Tamara, menjemput dan mengantar pulang usai latihan paduan suara. Tamara binggung dengan sikap Adit tapi juga tak berniat menolak semua perhatian yang Adit berikan padanya. Tamara mempunyai 1 syarat yang harus dipenuhi seorang cowok yang ingin menjadi pacarnya, Tamara tidak suka cowok perokok. Adit, sama seperti remaja tanggung lainnya tentunya sangat akrab dengan rokok tapi demi memenuhi syarat yang diinginkan Tamara, Adit mulai berhenti merokok.
Hal itu tentunya tak luput dari perhatian Tamara, sejak Adit mulai mendekatinya,Tamara tahu Adit mencoba berhenti merokok dan itu sangat mengugah hatinya. Setelah putus, Adit semakin menunjukkan kesungguhan niatnya. Tamara mulai merasa dalam hatinya tumbuh suatu perasaan yang sangat halus untuk Adit.
Suatu kali di minggu siang, usai kebaktian. Tamara, Dilla, Adit dan kent, gebetannya Dilla, jalan-jalan bareng ke mall.
“ Dilla, sini bentar!”
Adit menarik tangan Dilla dan membawanya menepi kearah pagar tangga jalan sementara Tamara dan Kent, sedang asyik memilih-milih pernak-pernik disalah satu rumah bagus yang ada di mall itu.
“apaan”
“ lo liat ga tadi, waktu ngantri karcis bioskop, Tamara tiduran dibahu gw..”
“ masa??”
“iya, kenapa ya?”
“suka kali dia ma kamu”
“gitu ya..asik..asik”
“jangan kesenangan duluan,siapa tau tadi dia lagi kena amnesia”
Dilla gantian menarik tangan Adit kembali ke Tamara dan Kent.
Beribu imajinasi berterbangan dipikiran Adit. Harapan baru.
“ Tam, ke toilet yuk?”
Ajak Dilla, Tamara mengikuti langkah Dilla keluar dari rumah bagus.
“jangan lama-lama, bentar lagi filmnya mulai”
Seru Adit mengingatkan.
“eh..kata Adit, tadi kamu tiduran dibahunya dia ya?”
Tanya Dilla saat mereka selesai menggunakan toilet dan sedang merapikan penampilan mereka di kaca wastafel.
“ah..kapan?”
Tanya Tamara balik, menutupi rasa malunya.
“waktu ngatri tiket”
“masa sih..Adit kegeeran tuh”
“kalo suka ga papa kok. Ga usah malu.ga dosa tahu!!”
Goda Dilla
“ kamu apaan sih?! Udah ah..udah mulai tuh filmnya”
Elak Tamara. Dalam hati Ia tersenyum dan membenarkan ucapan Dilla tadi hanya saja harga dirinya masih melarangnya untuk mengakuinya, walau hanya pada Dilla.
***************
Adit lulus katekhisasi berbarengan dengan Kent. Acara pelepasan biasa dilakukan saat kebaktian siang, jam 11.00, Dilla dengan bersemangat mengajak Tamara untuk datang.

Bersambung...

Labels:

Full Story...

0 comments

Monday, October 29, 2007

Is Friendship everlasting or Not ??

For Honestly, I'am really miss my friend,my bestfriend-used to be-.
years ago,kebersamaan itu milik kami.
she's like sister to me, my old sist'.
She is smart,rasional dan dewasa.
just like a lady
she always a step before me. she made me laugh and cry in the same time. ucapannya sederhana tapi menusuk hati, atau itu mungkin karena rasa rendah diriku terhadapnya karena ia sangat sempurna.

Now,She is Juki's, Psm's and Holcim's yet me.
aku yang lupa membagi waktu dan hatiku untuk dia?
atau hal ini memang biasa terjadi pada setiap orang seiring bertambahnya usia dan perjalanan waktu, atau ini hanya perasaanku saja?
everything feel so cold
apakah persahabatan juga dapat pudar oleh waktu layaknya cinta?
Aku rasa, dimasa depan nanti, akulah yang akan lebih sering mengetuk pintu rumahnya.
seperti dulu,aku selalu lebih banyak bercerita tentang diriku dan permasalahanku padanya,sampai-sampai aku lupa tentang perasaaannya.
aku terlalu sibuk dengan permasalahanku.
suatu kali ia pernah bercerita tentan dilema dalam hatinya, tapi aku bukanlah pendengar yang bijak.
cerita itu mulai terhenti sejak suatu hari, ia memarahiku karena terus mengulang2 cerita yang sama,saat itu aku baru sadar ia merasa terganggu.
kerinduan akan suatu kenangan dapat melukis sebuah senyum tapi juga dapat menyesakkan dada.
she knew my 1# lover
she knew inside me
she knew my problems
but i didnt know her.
I always want to include her and him all together, karena sebenarnya aku suka jalan rame2. tapi sepertinya aku salah, she didnt like it like i do.

Full Story...

0 comments

The Reasons

Saat Cinta datang,rasanya dunia itu indah.
hubungan yang dijalani dengan orang yang terkasih akan sangat menyenangkan, tapi kata orang tua " hidup itu tidak hanya sekedar cinta"
Usia bertambah,kuliah selesai,merintis karier, kedewasaan dan kemapanan harus menjadi pilihan. Orangtua dan sanak saudara mulai bertanya " mana pacarnya?" atau " kapan diresmiinnya?" (untuk yang sudah ada pasangannya).

Saat pasangan kita cocok dengan kriteria orangtua, semua menjadi lancar tapi jika tidak??!!
alasan apa yang akan jadi dasar kita untuk memilih seseorang untuk menjadi pasangan hidup kita?

Cinta atau Masa Depan?
Cinta atau Pencapaian cita-cita?
Cinta atau Balas Budi?
Cinta atau Kasih Sayang?
Cinta atau Usia?
Cinta Atau norma sosial?
Cinta Atau status?
Cinta atau sebuah kesalahan?

Full Story...

0 comments

Wednesday, October 24, 2007

introduction: eater the bunny..


adopt your own virtual pet!





Full Story...

0 comments

About

Name: Novie
From: Bandung, Jawa Barat, Indonesia
About me:
More about me...

Shoutbox


Last Post

+ Merry X-mas and Happily ever after New year 2008de...
+ Hello November
+ something inside here!
+ Untuk: Adit
+ Is Friendship everlasting or Not ??
+ The Reasons
+ introduction: eater the bunny..
+ I Do.....
+ It's About Me _ Just me!!



you can put anything, max width: 200px

Archives

+ Oct 23, 2007
+ Oct 24, 2007
+ Oct 29, 2007
+ Oct 31, 2007
+ Nov 2, 2007
+ Jan 2, 2008

Sponsored Links


Credits

+ Engine: Blogger.com
+ Template by: Faniez