Wednesday, October 31, 2007
punya pacar yang baik, setia dan wah lah memang enak. aku bersyukur memilikinya.pepatah lama bilang " temen ya temen, bisnis ya bisnis"
ternyata itu berlaku juga buat hubungan hati ke hati, alias pacaran.
pacar yang baik belum tentu jadi rekan kerja yang baik.
take and give yang semula berjalan dengan lancar makin hari makin rusak
satu pihak merasa telah memberi banyak dan yang lain dirasa kurang, begitu sebaliknya.
pertengkaran jadi pelampiasan,tapi berhubung dia adalah pacar tersayang, perasaan mengambil alih.
senyum dan maaf diucapkan, tapi apa benar dari hati??kekesalan yang tak terselesaikan akan tetap disana, menunggu -tanpa sadar- untuk keluar lagi.
pacar tersayang pun sering menjadi lawan.
aku menyesalkan pertengkaran yang terjadi dan ucapan yang telah keluar dari mulutku yang menyakitimu.
entah semua ini perasaannku saja,karena aku yang belum pernah menjadi karyawan pun tiba2 harus mengelola suatu usaha. aku ingin berbagi, aku ingin berdua menjalankannya.
tapi sepertinya aku dikuasai keinginan untuk menerima.
seperti apapun solusinya, sepertinya bisnis memang tidak bisa dijalankan dalam hubungan kekeluargaan, hati ke hati.
akan banyak ukuran yang tidak jelas. akan banyak priviledge yang terbolehkan.
terlebih, hubungan cinta dan bisnis menjadi sulit untuk dibedakan.
saat kapan dia menjadi pacar dan saat kapan dia adalah rekan kerja? bedanya sangat samar.
bisnis yang dilandasi hubungan kekeluargan, pondasinya sangat lemah.
saat bisnis ini dimulai, aku bilang" aku lebih baik tidak ada bisnis ini daripada tidak ada dia"
sekarang jika aku ingin keluar dari bisnis ini maka itu sama artinya dengan aku pun kehilangan dia.
maafkan aku yang tidak mengerti akan dirimu. maafkan aku yang tidak bisa profesional.
seperti apa yang sudah aku bilang, aku lbh baik kehilangan bisnis ini daripada dirimu, tapi jika itu artinya juga kehilangan dirimu, apa boleh buat?! aku hanya tidak ingin aku semakin menyakiti kamu.


Post a Comment
0 Comments:
Post a Comment